MUHAMMADIYAH TEMPOE DOELOE
1. Latar Belakang Lingkungan Madrasah
a. Sejarah Singkat
Desa Seddur khususnya Dusun Gungguh yang secara administratif merupakan wilayah Kecamatan Pakong pada tahun 1960-an penduduknya 100% beragama Islam, kenyataannya yang taat beragama kurang dari 10%, dimana-mana terjadi perjudian, sabung ayam, minum-minuman keras, Untuk mencegah hal ini sangat tidak mungkin karena minoritasnya orang yang taat beragama, hampir saja orang yang taat ikut terjerumus kesana (munkar), ibarat orang memegang bara api di tangannya yang kalau sudah kuat pasti bara itu dilepaskannya.
Untuk menyikapi hal tersebut diatas para pemikir kecil dari golongan Pemuda Muhammadiyah tadi mempunyai gagasan untuk mendirikan sekolah agama yang tujuannya supaya generasi penerus tidak seperti orang tuanya yang banyak melakukan dosa. Gagasan tersebut apabila direalisasikan pasti memakan dana yang tidak sedikit mungkin sangat sulit untuk memperolehnya. Oleh sebab itu dimulailah dengan membentuk organisasi Muhammadiyah waktu itu masih berstatus ranting, sekaligus untuk mendapatkan predikat cabang maka pengurus Muhammmadiyah yaitu R.Prawoto, R.Pringga Asmoro, Abd Karim, Abd Djalil, Saleh Salman, Ya’cub bin Umar dan Syafiuddin yang kesemuanya sekarang sudah Almarhum bermusyawarah untuk mendirikan lembaga pendidikan tingkat dasar, untuk memperbaiki akhlak dan perilaku serta moral dan untuk mendukung program pemerintah wajib belajar 8 Tahun pada waktu itu.
Untuk menindak lanjuti program tersebut dalam musyawarah ranting Muhammadiyah ada kesepakatan untuk mendirikan Madrasah Wajib belajar (MWB) karena pada waktu itu masih belum ada sarana, maka anak didik ditampung di rumah bapak Syafiuddin Pakong. Setelah 2 bulan dipindah kerumah bapak Abdul Mukti Seddur, dengan kondisi demikian para pengurus mengadakan musyawarah maka lahirlah gedung meskipun dari Gedek sebanyak 3 lokal yang ditempatkan di tanah milik bapak Sanibun dan sekarang sudah diwaqafkan ke yayasan Muhammadiyah yang sekarang sudah bersertifikat. Disanalh berdiri Madrasah Wajib Belajar (MWB) tepatnya pada bulan Januari 1958.
MWB Muhammadiyah dengan sarana pendidikan yang sangat minim Alhamdulillah berjalan dengan lancar bahkan mendapatkan bantuan dua tebaga pengajar dari pemerintah. Setelah berjalan 9 Tahun maka istilah Madrasah Wajib Belajar (MWB) diganti menjadi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) sampai sekarang. Pada tahun 1968 Alhamdulillah bisa membangun ruang sebanyak 6 lokal dari gedung dan pada saat itulah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah mulai diperhatikan oleh pemerintah.
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Alhamdulillah sudah dapt ijin operasional, nomor statistik dan Akreditasi serta yang paling bersyukur sudah bisa menjadi tempat menuntuk ilmu untuk generasi muda yang akan datang .
b. Letak Geografis
MI Muhammadiyah merupakan Lembaga di bawah naungan Kementerian Agama yang beralamatkan di dusun Gungguh desa Seddur Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Profinsi Jawa Timur. Adapun lokasi MI Muhammadiyah terletak pada geografis yang sangat cocok untuk proses belajar mengajar yang terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan antara desa Pakong dan Desa Seddur serta MI Muhammadiyah terletak ditengah pemukiman penduduk. MI ini dibangun dengan pertimbangan tata letak bangunan yang memberikan kenyamanan untuk belajar. MI Muhammadiyah berada di dekat jalan raya yang sehingga kebisingan dari kendaraan bermotor tidak bisa dipungkiri akan terjadi, akan tetapi tidak dengan kendaraan umum yang melintasi jalan raya dapat diminimalisir dan siswa tetap belajar dengan nyaman.
Adapun Lokasi MI Muhammadiyah dari sebelah barat berdekatan dengan Masjid LDII Seddur Al Huda, di sebelah utara berdekatan dengan depot pasifik, dari sebelah selatan berdekatan dengan Pondok Pesantren Patemon Seddur da dari sebelah timur berdekatan dengan gudang Daun Mas Seddur. Kalau dilihat dari google maps maka MI Muhammadiyah berada pada Kordinat Geografis : -7.0333 S dan 113.56 T. Dapat dicari melalui link berikut ini : https://goo.gl/maps/HJEfT2KjbZGUJJwQ6
Gambar Google maps MI Muhammadiyah
